Kekayaan dan kesenangan hidup tanda disayangi Allah?
Ada sebahagian manusia mengukur kasih sayang Tuhan dalam jelmaan pemerolehan harta, orang yang kaya itu dialah yang menjadi hamba pilihan dan tempat kurniaan Tuhan, sebaliknya bila seseorang itu miskin dan tak terpandang, maka itu tanda Allah tak menyayanginya...
Jangan mudah buat tafsiran, kerana berapa banyak contoh orang yang miskin tapi mereka itu kekasihNya, sebaliknya ada puak yang memiliki berbagai kemewahan tapi mereka ini adalah golongan yang dimurkai Allah . Firaun, Qarun , Abu Lahab dan sekutunya...
Maka hayatilah perkara ini... - Ustaz Zahazan Mohamed
Sesetengah orang berfikir yang orang yang kaya dan hidup senang tu disayangi Allah manakala orang yang susah kerana dia jahat, banyak dosa dan dilaknati Allah. Sebenarnya masyarakat terbahagi kepada 2. Satu jenis yang tidur manakala yang satu lagi yang sedar pada hakikat. Sayangnya yang jenis kedua amat sedikit jumlahnya. Sedar pada hakikat apa?
Baca petikan-petikan dari ayat AL-Quran di bawah:
"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." (QS. Al-Fathir: 5)
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al-Hadid: 20)
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS. Al-An'Am: 32)
Ya sedar pada hakikat yang dunia ini sebenarnya hanya sandiwara dan kesenangan yang menipu. Kekayaan di dunia ini bukanlah tanda yang mereka disayangi Allah. Dan kemiskinan dan kesusahan bukan kerana dia dilaknati Allah tetapi Allah telah berfirman :
"Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." [Surah Al-Baqarah : 155-157]
Sedarlah kekayaan dan kesenangan juga adalah satu ujian yang Allah turunkan untuk menguji begitu juga kemiskinan dan kesusahan. Jangan sesekali berfikir bahawa orang susah itu kerana mereka tidak diberkati dan sebagainya.
Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhuatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya (Dosa) kerananya.” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)
Bangunlah wahai masyarakat yang terlalu memandang tinggi pada orang yang berada dan hilang hormat kepada orang susah kerana sesungguhnya kamu juga sedang diuji. Jadilah umat yang sedar dan bukan tidur.
Adakah ahli-ahli politik dan mereka yang terkaya di dunia seperti 25 manusia terkaya di dunia ini. Adakah mereka kaya kerana mereka orang-orang yang baik dan disayangi Allah?
1. Vladimir Putin, President of Russia
2. Barack Obama, President of the US
3. Xi Jinping, General Secretary of the Communist Party of China
4. Pope Francis, Head of the Roman Catholic Church
5. Angela Merkel, Chancellor of Germany
6. Janet Yellen, Chair of the Board of Governors of the United States Federal Reserve System
7. Bill Gates, Co-chair of the Bill & Melinda Gates Foundation
8. Mario Draghi, President of the European Central Bank
9. Sergey Brin and Larry Page, Cofounders of Google
10. David Cameron, Prime minister of the United Kingdom
11. Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud, King of Saudi Arabia
12. Warren Buffett, CEO of Berkshire Hathaway
13. Li Keqiang, Premier of China
14. Carlos Slim Helu, Honorary chairman of América Móvil
15. Narendra Modi, Prime Minister of India
16. Jeff Bezos, CEO of Amazon
17. Francois Hollande, President of France
18. Jamie Dimon, CEO of JPMorgan Chase
19. Ali Hoseini-Khamenei, Grand Ayatollah of Iran
20. Rex Tillerson, CEO of Exxon Mobil
21. Jeffrey Immelt, CEO of General Electric
22. Mark Zuckerberg, CEO of Facebook
23. Michael Bloomberg, CEO of Bloomberg
24. Charles Koch and David Koch, CEO and EVP of Koch Industries
25. Timothy Cook, CEO of Apple
Sekarang tengok pula gambar di bawah. Mereka ini yang menguasai dunia sekarang ini. Adakah mereka orang yang diberkati?
Orang-orang Islam dan orang-orang yang tidak bersalah ditindas di sana sini, kerana manusia yang kaya raya seperti mereka-mereka di atas ini. Berhentilah dari menjadi orang yang tidur dan cetek akal dengan memandang harta dan kekayaan sebagai penentu kepada kemuliaan. Kekayaan adalah nikmat yang Allah beri sebagai satu ujian kepada hambanya dan begitu juga kesusahan.
Allah telah menentukan pembagian rezeki di antara hamba-hamba-Nya, lalu ada yang miskin ada pula yang kaya. Adapun bagi orang yang ditakdirkan miskin, maka di antara hikmahnya, agar hamba yang miskin tersebut merasa senantiasa mengingati Allah, sehingga muncullah berbagai macam bentuk peribadatan dari dirinya, baik ibadah yang lahir maupun yang batin, seperti banyak berdoa, senantiasa bertawakal, mengharap (raja`), dan mendekatkan diri kepada-Nya dan ia pun berkesempatan meraih darjat orang-orang yang bersabar.
Demikian juga bagi orang yang kaya, ia akan mengetahui dan merasakan betapa besarnya nikmat Allah atas dirinya. Sehingga akan terdorong untuk mensyukurinya, karena ia sedar bahawa kekayaan itu adalah ujian, maka ia berusaha jalani ujian itu dengan sebaik-baiknya, sehingga ia menjadi golongan orang-orang yang bersyukur kepada Allah.
Jika demikian sikap keduanya (si miskin dan si kaya tersebut), maka sesungguhnya kekayaan dan kemiskinan itu sama saja bagi seorang muslim, yaitu sama-sama sebagai ujian dari Allah asalkan seseorang sudah sungguh-sungguh berusaha mengambil yang bermanfaat dalam hidupnya sesuai dengan ajaran Allah. Yang membedakan diantara keduanya hanyalah ketakwaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya” (HR. Muslim) Sumber
Begitulah kita manusia, kita cepat lupa. Kita terlalu mudah untuk menilai darjat di sisi Allah melalui nikmat rezeki yang Allah beri. Kekayaan, harta yang banyak dan kemewahan dijadikan tanda penghormatan dan puji-pujian, manakala yang susah kita rendahkan kerana kita rasakan mereka bodoh kerana tidak berharta. Sampaikan kita terlupa bahawa Allah yang mengatur segalanya.
“Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menciptakan alam atas dan bawah serta mengatur mereka dan memberi rezeki mereka, melapangkan rezeki bagi hamba yang Allah kehendaki dan menyempitkan rezeki hamba yang Allah kehendaki, hal itu merupakan kebijaksanaan dari-Nya dan sesuai dengan ilmu-Nya tentang apa yang bermanfaat dan yang layak bagi hamba-hamba-Nya” (Tafsir As-Sa’di, hal. 746 ). Sumber
Fikir-fikirkanlah...bangun sayang, jangan tidur.
Leave a Comment